Suriah : Krisis Air Bersih dan Buruknya Sanitasi

Suriah : Krisis Air Bersih dan Buruknya Sanitasi
09 Oct

Suriah : Krisis Air Bersih dan Buruknya Sanitasi

Di tengah krisis wabah corona, air semakin langka di wilayah-wilayah yang dikelola oleh Kurdi di Suriah utara. Pemasok air terpenting bagi sekitar setengah juta orang di wilayah itu, kini tidak bisa beroperasi. mereka yang berada di kamp-kamp pengungsi di wilayah Kurdi. Sekitar 67.000 orang terkurung di kamp di Al-Hol karena kebijakan karantina yang diberlakukan akibat wabah corona.

Dengan terputusnya pemasokan air, bahkan untuk cuci tangan saja orang akan kesulitan. Jika COVID-19 mencapai kamp-kamp, penyakit akan merembet seperti api. Kondisi Suriah yang yang harus menghemat air membuat keadaan sanitasi dan fasilitas mck di sana menjadi permasalahan utama setidaknya untuk warga pengungsi

Hampir satu dekade konflik terjadi di Suriah. Jutaan saudara kita yang terdampak, harus mengungsi. Mereka pun kini hidup dan bertahan dengan mengandalkan bantuan kemanusiaan. Kualitas hidup jutaan saudara kita ikut terganggu. Ancaman penyakit hadir di tengah kesulitan mereka akibat konflik dan pandemi COVID-19. Mereka juga kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk beribadah. 


Belasan juta penduduk Suriah tidak memiliki akses air bersih layak konsumsi yang mudah. Suriah Utara menjadi wilayah dengan krisis air bersih terparah. Banyak sumber air yang terkontaminasi bahan kimia dari bahan peledak yang menghujani wilayah tersebut. Belum lagi infrastruktur penunjang seperti pipa-pipa jaringan yang ikut rusak terkena serangan. Padahal di sini banyak terdapat saudara kita yang mengungsi.


#AksiBerbagi
#SemangatBerbagi
#SemangatIndonesia
#KolaborasikanKebaikan
#WujudkanKebaikan
#Donasionline #Infaq #Shodaqoh

Share